Seri Refinery Sawit
Dari CPO Menjadi Minyak Goreng: Empat Tahap Refinery Sawit (Olein vs Stearin)
Versi carousel: lihat di Instagram @ilmutekkim

Minyak goreng bukan CPO yang disaring sekali lalu dikemas. Di antara keduanya ada empat tahap pemurnian yang masing-masing membuang satu keluarga pengotor yang berbeda.
Tiga keluarga pengotor yang membuat CPO belum layak makan
CPO yang keluar dari pabrik kelapa sawit masih berupa minyak mentah: warnanya merah gelap, baunya tengik, dan masih membawa getah. Secara kimia, pengotornya bisa dikelompokkan menjadi tiga keluarga [1]. Pertama, getah berupa fosfolipid yang membuat minyak keruh dan mengganggu tahap pemurnian berikutnya. Kedua, pigmen karoten yang memberi warna merah gelap khas minyak sawit mentah. Ketiga, asam lemak bebas beserta senyawa penyebab bau yang membuat minyak tidak netral dan tidak awet.
Minyak dengan tiga beban ini belum layak dikonsumsi, bukan karena beracun, melainkan karena tidak stabil, berbau, dan berwarna kuat. Tugas refinery bukan menyaring semuanya sekaligus, melainkan membuang setiap keluarga pengotor dengan mekanisme yang paling cocok untuknya [2]. Empat tahap pemurnian sawit paling mudah dipahami sebagai empat jawaban atas pengotor yang berbeda-beda.

Degumming dan bleaching: menggumpalkan lalu menyerap
Tahap pertama adalah degumming. Asam fosfat dan air panas ditambahkan ke dalam CPO agar fosfolipid terhidrasi dan menggumpal menjadi gum yang bisa dipisahkan dari minyak. Prinsipnya sederhana: pengotor yang tersebar halus dibuat berkumpul menjadi gumpalan yang cukup besar untuk dikeluarkan, sebelum ia mengotori tahap berikutnya [1]. Tanpa tahap ini, fosfolipid akan mengganggu penyerapan pada bleaching dan kestabilan minyak jadi.
Tahap kedua adalah bleaching, yang namanya tidak mencerminkan mekanismenya karena tidak memakai pemutih kimia. Bleaching earth, sejenis tanah aktif, dicampurkan ke minyak untuk menyerap sisa pigmen warna dan kotoran lewat adsorpsi pada permukaannya yang luas. Minyak mulai terlihat jernih sesudah tahap ini. Tanah yang telah jenuh menyerap kotoran keluar sebagai limbah padat yang disebut spent bleaching earth, salah satu aliran samping yang harus dikelola refinery [2].

Deodorisasi: penguapan uap dalam kondisi vakum
Tahap ketiga adalah deodorisasi, tahap yang memberi huruf D pada RBD, refined, bleached, deodorized. Steam bersuhu tinggi disemburkan melewati minyak di dalam bejana vakum. Dalam kondisi itu, senyawa penyebab bau dan asam lemak bebas ikut menguap terbawa uap, meninggalkan minyak yang tidak berbau dan berasa netral [1]. Vakum adalah kunci yang membuat tahap ini masuk akal: tekanan rendah menurunkan tekanan parsial senyawa volatil sehingga mereka terlepas dan terstrip oleh steam tanpa minyak harus dipanaskan berlebihan.
Aliran yang teruapkan tidak dibuang dengan percuma. Asam lemak yang tertangkap dari tahap ini ditampung sebagai PFAD, palm fatty acid distillate, yang menjadi bahan baku sabun dan industri oleokimia [2]. Pola yang sama berulang di seluruh refinery ini: setiap tahap mengeluarkan satu aliran samping, dan aliran samping yang baik selalu menemukan peran berikutnya.

Fraksinasi kering: memisah cair dan padat tanpa bahan kimia
RBD yang sudah bersih masih satu campuran trigliserida dengan titik leleh beragam. Tahap keempat, fraksinasi, memisahkannya dengan fisika murni. RBD didinginkan perlahan di dalam crystallizer; trigliserida yang titik lelehnya tinggi mengkristal lebih dulu membentuk kristal stearin, lalu kristal itu disaring dari fase cairnya [1]. Tidak ada bahan kimia tambahan pada fraksinasi kering, hanya pengaturan suhu dan penyaringan kristal.
Hasilnya adalah dua produk dari satu bahan baku. Fraksi cair disebut olein; ia tetap cair pada suhu ruang dan inilah minyak goreng yang dipakai sehari-hari. Fraksi padat disebut stearin; wujudnya padat dan menjadi bahan baku margarin serta shortening untuk industri roti dan kue [3]. Satu molekul keluarga yang sama, dipisahkan hanya oleh perilaku titik lelehnya, berakhir melayani dua dapur yang berbeda.
Membaca refinery sebagai rantai pembuangan yang disiplin
Apabila keempat tahap ini dibaca sebagai satu rangkaian, terlihat bahwa refinery tidak menambahkan apa pun ke dalam minyak. Ia hanya mengambil keluar, satu per satu: getah digumpalkan, pigmen diserap, bau dan asam lemak bebas diuapkan, kemudian fraksi padat dikristalkan. Kualitas minyak goreng ditentukan oleh seberapa tuntas setiap pengambilan dilakukan pada tahapnya [2].
Kesalahan umum adalah membayangkan satu tahap super yang membersihkan segalanya. Pada praktiknya, pengotor yang lolos dari tahap awal menjadi beban tahap berikutnya dan sering kali tidak bisa diperbaiki lagi di hilir. Karena itu refinery dijalankan sebagai rantai disiplin: setiap tahap menerima minyak dalam keadaan tertentu dan wajib menyerahkannya dalam keadaan yang lebih baik kepada tahap sesudahnya [1].
Fakta kunci
- CPO mentah mengandung getah fosfolipid, pigmen karoten, dan asam lemak bebas yang semuanya harus dibuang sebelum layak dikonsumsi.
- Degumming memakai asam fosfat dan air panas untuk menggumpalkan getah, lalu bleaching earth menyerap sisa warna dan kotoran.
- Deodorisasi adalah penguapan dengan steam dalam vakum; asam lemak yang teruapkan ditampung sebagai PFAD, bahan baku sabun dan oleokimia.
- Fraksinasi kering memisahkan RBD menjadi olein cair untuk minyak goreng dan stearin padat untuk margarin dan shortening, tanpa bahan kimia tambahan.
Kesimpulannya
Empat tahap refinery sawit menunjukkan pola yang sama dengan banyak pemurnian lain: pengotor dikenali satu per satu, kemudian disediakan satu mekanisme yang tepat untuk masing-masing. Minyak goreng yang jernih dan tidak berbau di dapur merupakan hasil akhir rantai pemisahan yang disiplin, bukan hasil satu penyaringan yang ajaib. Peta jalan ini dapat digunakan untuk membaca label produk turunan sawit berikutnya, dari margarin sampai sabun.
Referensi
- Shahidi, F. (Ed.). (2005). Bailey's Industrial Oil and Fat Products. Wiley.
- Gunstone, F. D. (Ed.). (2011). Vegetable Oils in Food Technology: Composition, Properties and Uses. Wiley-Blackwell.
- Hartley, C. W. S. (1988). The Oil Palm. Longman.
- Bailey's Industrial Oil and Fat Products, 6th ed., Wiley (bab refining dan fraksinasi minyak nabati)
- MPOB: Palm Oil Refinery Process (dokumen publik)
Lanjut baca di Instagram
Konten teknik kimia tiap hari: proses pabrik, safety, dan cara baca alat. Ditulis insinyur kimia ITB.
Follow @ilmutekkim