Riset · Karbon dan net-zero · Internasional

CCUS Menuju Emisi Net-Zero: Telaah Tekno-Ekonomi atas Seluruh Rantai Teknologi

9 Oktober 2026 · ilmutekkim

Berdasarkan abstrak

CCUS diakui berpotensi memangkas emisi CO2, tetapi penerapannya secara global masih jauh dari memadai untuk target net-zero pada 2050. Telaah ini membedah seluruh rantainya, dari penangkapan, pemisahan, pengangkutan, pemanfaatan, sampai penyimpanan, beserta kesiapan dan biayanya.

CCUS Menuju Emisi Net-Zero: Telaah Tekno-Ekonomi atas Seluruh Rantai Teknologi
Foto: gazetteedit.wpenginepowered.com

Paper yang dibedah

A techno-economic review on carbon capture, utilisation and storage systems for achieving a net-zero CO2 emissions future

Wan Yun Hong · Carbon Capture Science & Technology · 2022

Buka DOI paper

Masalah yang diselesaikan

Sistem carbon capture and storage dan carbon capture, utilisation and storage dipandang penting untuk menurunkan emisi CO2, tetapi penyebaran globalnya saat ini belum memadai untuk mencapai target emisi net-zero CO2 pada 2050. Diperlukan tinjauan tekno-ekonomi umum yang membandingkan pilihan pada setiap mata rantai.

Metode dan skala

Telaah tekno-ekonomi menyeluruh ini membahas kesiapan teknologi, kinerja teknis, kebutuhan energi, dan biaya untuk penangkapan, pemisahan, transportasi, utilisasi, dan penyimpanan CO2. Jalur penangkapannya meliputi pembakaran oxy-fuel, chemical looping combustion, penangkapan langsung dari udara (direct air capture), pemisahan pada sumber industri, serta skema sesudah pembakaran (post-combustion) dan sebelum pembakaran (pre-combustion). Teknologi pemisahan mencakup absorption, adsorption, membrane, cryogenic, dan biological. Transportasi dibahas untuk pipeline, kapal, truk, dan rel. Penyimpanan mencakup CO2-enhanced oil recovery, ladang minyak dan gas yang telah habis produksinya, formasi salin, batuan basalt dan ultramafik, lapisan batu bara melalui enhanced coal bed methane recovery, dan samudra dalam.

Temuan kunci

  • Kesimpulan utama abstrak: tantangan teknologi CCUS saat ini mungkin dapat diatasi dengan mengembangkan sistem hybrid yang layak secara komersial dan terdiri dari lebih dari satu teknologi.
  • Pendekatan hybrid tersebut dinyatakan masih perlu diteliti lebih lanjut untuk aplikasi industri, sehingga kesimpulan ini merupakan arah riset, bukan teknologi yang telah terbukti di abstrak.
  • Cakupan telaah ini menegaskan bahwa tidak ada satu mata rantai pun yang dapat dinilai secara tersendiri: pilihan penangkapan menentukan beban pemisahan, transportasi, dan penyimpanan di hilirnya.

Batas dan catatan kritis

  • Abstrak tidak memuat angka biaya, kebutuhan energi, atau kinerja spesifik per teknologi, sehingga perbandingan kuantitatif antaropsi tidak dapat dibuat dari abstrak.
  • Telaah seluas ini menilai banyak teknologi sekaligus; kedalaman penilaian per mata rantai harus diverifikasi pada teks lengkap sebelum digunakan untuk keputusan proyek.
  • Rekomendasi sistem hybrid bersifat umum dan belum dikaitkan dengan konfigurasi industri tertentu di dalam abstrak.

Arti buat pabrik

Bagi Indonesia, mata rantai yang paling dekat dengan industri yang sudah ada adalah penyimpanan di ladang migas yang menipis, formasi salin, dan CO2-enhanced oil recovery, serta jalur pre-combustion yang bersinggungan dengan reforming gas untuk hidrogen dan amonia. Telaah ini berguna sebagai peta awal sebelum masuk ke studi lokasi yang spesifik. Penilaian ini adalah apresiasi redaksi, bukan klaim paper.

Kesimpulan bedah

Cukup baca abstraknya

Nilai paper ini terletak pada peta cakupannya, dan kesimpulan utamanya telah tersampaikan secara utuh di abstrak. Teks lengkap baru diperlukan apabila pembaca membutuhkan angka biaya per teknologi, yang memang tidak diberikan oleh abstrak.

Baca terkait di ilmutekkim

Gas Alam ke Urea: Haber-Bosch dan Rantai Pupuk

Semua bedah riset

Bedah jurnal teknik kimia internasional dan Indonesia, ditulis dari abstrak terverifikasi dengan catatan kritis dan kesimpulan.

Ke halaman riset